Pengelolaan keuangan pendidikan menuntut adanya sistem yang transparan, akuntabel, dan minim risiko, khususnya dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Penerapan sistem digital seperti SIM Keuangan Pendidikan yang terintegrasi dengan e-Procurement dan Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLaH) menjadi upaya strategis untuk meningkatkan tata kelola keuangan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran vSIM Keuangan Pendidikan dalam mendukung transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana BOS serta mengidentifikasi risiko yang muncul dalam implementasinya. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif dengan pendekatan kualitatif melalui analisis dokumen, observasi sistem, dan kajian regulasi terkait pengelolaan keuangan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan SIM yang terintegrasi dengan e-Procurement dan SIPLaH mampu meningkatkan keterbukaan informasi keuangan, memperkuat mekanisme pengawasan, serta meminimalkan potensi penyimpangan anggaran. Namun demikian, masih ditemukan beberapa risiko, seperti keterbatasan kompetensi sumber daya manusia, kendala teknis sistem, serta ketergantungan pada infrastruktur teknologi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas pengelola keuangan sekolah, penguatan sistem pengendalian internal, dan evaluasi berkelanjutan agar implementasi vSIM Keuangan Pendidikan dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026