Persekusi terhadap umat Kristiani merupakan tantangan yang terus berlangsung dari masa lalu hingga era kontemporer. Surat 1 Petrus 4:12–14 memberikan perspektif teologis penting mengenai penderitaan sebagai bagian integral dari iman Kristen. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi teologis tentang teologi penderitaan dalam perikop tersebut serta mengkaji implikasinya bagi ketahanan rohani umat Kristiani masa kini yang menghadapi persekusi dalam berbagai bentuk. Metode hermeneutik digunakan untuk menggali makna historis dan kontekstual teks, sekaligus menerjemahkannya ke dalam konteks pastoral dan spiritual. studi ini menegaskan bahwa penderitaan bukan sekadar ujian, melainkan sarana pemurnian iman dan pembentukan ketahanan rohani. Temuan menunjukkan bahwa ketahanan rohani tumbuh dari penghayatan penderitaan sebagai bagian dari panggilan iman yang membawa sukacita dan pengharapan eskatologis. Implikasi praktisnya mendorong gereja masa kini untuk membina spiritualitas tangguh dan pendampingan komunitas dalam menghadapi tantangan global, sehingga ketahanan iman umat Kristen tetap kuat di tengah tekanan dunia.
Copyrights © 2025