Pelaksanaan evaluasi kinerja dan pengelolaan anggaran di lingkungan Bappeda Provinsi Jawa Barat memerlukan pendekatan yang lebih terstruktur, terukur, dan konsisten untuk memastikan efektivitas pengendalian serta akuntabilitas pelaporan. Kondisi tersebut menjadi dasar pentingnya dilakukan analisis terhadap Indikator Internal Sae, yang sejak 2024 digunakan sebagai alat ukur kinerja dan anggaran bulanan pada setiap unit kerja. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menilai sejauh mana indikator tersebut diterapkan, sekaligus mengidentifikasi tantangan yang muncul dalam proses pelaksanaannya. Metode yang digunakan meliputi analisis capaian indikator pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan hasil anggaran, serta evaluasi ketepatan waktu pelaporan kinerja dan administrasi dari masing-masing unit kerja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa meskipun Internal Sae mampu memberikan gambaran objektif terkait capaian kinerja, masih terdapat kendala berupa deviasi anggaran, keterlambatan pelaporan, serta inkonsistensi pemenuhan output bulanan. Berdasarkan temuan tersebut, kegiatan ini menghasilkan rekomendasi berupa penyusunan SOP pelaporan, penguatan pembinaan kepada unit kerja, dan pemberian apresiasi bagi unit dengan kinerja terbaik. Rekomendasi ini diharapkan mampu meningkatkan komitmen, konsistensi, dan efektivitas penerapan Indikator Internal Sae sehingga dapat memperkuat kualitas pengukuran kinerja di lingkungan Bappeda Jawa Barat.
Copyrights © 2025