Pemilihan karyawan terbaik merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kinerja perusahaan. PT. Eatlah San Franchiko menghadapi kendala dalam proses seleksi yang masih bersifat subjektif, sehingga berpotensi menimbulkan ketidaktepatan dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dua metode Sistem Pendukung Keputusan (SPK), yaitu Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) dalam menentukan karyawan terbaik berdasarkan enam kriteria: kinerja kerja, kompetensi, kerja sama tim, kreativitas, tingkat keterlambatan, dan pelanggaran etika. Hasil perhitungan AHP menunjukkan bahwa Alan menjadi alternatif terbaik dengan nilai akhir 4,55, sedangkan metode TOPSIS menghasilkan Dendi sebagai karyawan terbaik dengan nilai preferensi 0,729. Perbedaan hasil ini disebabkan oleh perbedaan pendekatan antara kedua metode, di mana AHP berfokus pada bobot prioritas, sedangkan TOPSIS menggunakan kedekatan terhadap solusi ideal. Penelitian ini membuktikan bahwa kedua metode dapat digunakan dalam proses seleksi, namun memberikan hasil yang berbeda sesuai karakteristik masing-masing metode.
Copyrights © 2026