Perpustakaan adalah lembaga sosial yang didirikan dan dipertahankan oleh masyarakat, sehingga perpustakaan merupakan barometer kemajuan suatu negara, proses peminjaman buku seperti registrasi dan penginputan masih bersifat manual, memakan waktu, rawan kesalahan, dan tidak efisien dalam mengelola data peminjaman. barcode telah terbukti efektif dalam mengelola pencatatan dan inventaris di banyak sektor, termasuk bisnis dan layanan publik, namun penggunaannya masih belum meluas. digitalisasi perpustakaan memberikan banyak manfaat dalam bidang keamanan, efisiensi, dan keakuratan data. Karena itu, sangat dianjurkan untuk menerapkan algoritma AES dalam sistem digitalisasi perpustakaan yang modern. Berbeda dengan sistem yang tidak menggunakan algoritma AES, data buku lebih rentan terhadap manipulasi atau kerusakan yang tidak terdeteksi. Risiko kesalahan manusia dalam proses pencatatan data masih tinggi karena masih memerlukan input manual. Sistem juga harus membandingkan semua data buku, yang memakan waktu cukup lama untuk diambil. Selain itu, kemungkinan terjadinya duplikasi data buku juga bisa terjadi bila tidak ada mekanisme untuk mendeteksi duplikat.
Copyrights © 2025