Stroke merupakan suatu penyakit yang terjadi karena adanya penyempitan pada pembuluh darah sehingga mengakibatkan aliran darah dan oksigen yang menuju ke otak mengalami hambatan, Mirror Therapy adalah bentuk citra motorik di mana cermin digunakan untuk menyampaikan rangsangan visual ke otak melalui pengamatan bagian tubuh yang tidak terpengaruh saat ia melakukan serangkaian gerakan.Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh mirror therapy terhadap kekuatan otot pada pasien stroke. Desain penelitian ini menggunakan desain Pre-eksperimen dengan rancangan one group pretest posttest design. Pengambilan sample yang digunakan yaitu accidental sampling. Mirror therapy dilakukan 2 kali sehari selama 3 hari.Hasil penelitian uji yaitu Wilcoxon yang mana diperoleh statistik Wilcoxon Z = -3,471 dengan p-value =0,001. Karena p-value < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol ditolak yang bermakna bahwa Ada pengaruh mirror therapy terhadap kekuatan otot ekstermitas atas pada pasien stroke non hemoragik di Ruang Madinah RSUD Harapan Dan Doa Kota Bengkulu. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dari 17 responden setelah dilakukan mirror pada hari ke-3 sebanyak 2 pasien (12%) memiliki kekuatan otot skala 1,3 pasien (18%) memiliki kekuatan otot skala 2, 4 orang (23%) memiliki kekuatan otot skala 3, 7 orang (41%) memiliki kekuatan otot skala 4 dan 1 orang lainnya (6%) memiliki kekuatan otot skala 4.Ada pengaruh antara Mirror Therapy Terhadap Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Di Rungan Madinah RSUD Harapan Dan Doa Kota Bengkulu. Peneliti selanjutnya diharapkan agar dapat lebih meningkatkan pengetahuan tentang terapi cermin (mirror therapy) dan hal-hal yang menjadi penghambat dan keberhasilan terapi sehingga mampu memberikan asuhan keperawatan secara optimal pada pasien stroke dengan Tindakan terapi cermin (mirror therapy). Kata Kunci: Stroke, Kekuatan Otot, Mirror Therapy
Copyrights © 2025