SELONDING
Vol 21, No 1 (2025): Maret 2025

BIDUK SAYAK DALAM ACARA LEK PENGANTEN KECIK DI DESA JERNIH KABUPATEN SAROLANGUN PROVINSI JAMBI

Aqilla, Ummi (Unknown)



Article Info

Publish Date
30 Dec 2025

Abstract

Biduk sayak adalah tradisi lisan berbalas pantun yang dimainkan oleh muda-mudi di Desa Jernih. Biduk adalah perahu atau sampan untuk orang menyusuri sungai dan juga ini diibaratkan sebagai laki-laki dan Sayak adalah tempurung kelapa diibaratakan sebagai perempuan. Biduk sayak dimainkan dalam acara lek penganten kecik, lek penganteng kecik adalah istilah pernikahan terendah dalam masyarakat Desa Jernih. Lagu yang dijadikan sebagai analisis penelitian dalam biduk sayak adalah lagu Becerai Kasih. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Etnomusikologis, teori yang dipakai adalah teori ilmu bentuk musik dari Karl-Edmund Prier SJ dan model tiga tingkatan analisis musik dari Alan P. Merriam. Berdasarkan observasi lapangan bahwa biduk sayak memiliki bentuk lagu satu bagian berulang-ulang, serta biduk sayak sebagai representasif dari acara lek penganten kecik karena biduk sayak adalah representasi dari masyarakat Desa Jernih terlihat pada konsep, kebiasaan, dan musiknya.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

selonding

Publisher

Subject

Arts Humanities Social Sciences

Description

Focus & Scope Science: Organology-acoustics, Semiotics, Hermeneutic, Etnomusicology, Transcript, Composition of Ethnic music, Music Exploration, Anthropologi Music, Sosiology Music, Physics, Culture Assesment and Practice: Assesment of Ethnic music, Practice base Research, Practice led Research ...