Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang memberikan dampak luas terhadap berbagai aspek kehidupan dan menjadi tantangan utama dalam sistem pelayanan kesehatan modern. Kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi memiliki peran sentral dalam menjaga kestabilan tekanan darah sekaligus mempertahankan kondisi fisik dan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah hubungan antara tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi dengan kualitas hidup pasien hipertensi di RSUD Jailolo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien hipertensi yang menjalani pengobatan di RSUD Jailolo, Maluku Utara pada tahun 2024 sebanyak 272 orang, dengan 162 responden dipilih sebagai sampel menggunakan rumus Slovin melalui metode random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan dua instrumen utama, yaitu Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) untuk mengukur tingkat kepatuhan minum obat dan WHOQOL-BREF untuk menilai kualitas hidup pasien. Analisis data dilakukan menggunakan uji Kruskal-Wallis karena hasil uji normalitas menunjukkan distribusi data tidak normal. Hasil analisis menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat antihipertensi dengan kualitas hidup pasien pada pada domain psikologis (H=9,220; p=0,010) serta domain lingkungan (H=8,616; p=0,013). Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan pada domain fisik (H=2,180; p=0,336) dan hubungan sosial (H=4,949; p=0,084). Temuan ini menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat berkontribusi secara selektif terhadap aspek tertentu dari kualitas hidup pasien hipertensi. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan intervensi peningkatan kepatuhan yang lebih komprehensif dalam pelayanan hipertensi serta mendukung penguatan konsep perilaku kesehatan, khususnya Health Belief Model, dalam menjelaskan implikasi kepatuhan terhadap luaran kualitas hidup yang multidimensional.
Copyrights © 2025