Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena waste of knowledge yang terjadi dalam aktivitas pergudangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan objek penelitian berupa Gudang Hotel XYZ. Populasi penelitian mencakup keseluruhan proses operasional gudang, sementara sampel difokuskan pada aktivitas picking sebagai proses yang memiliki potensi kesalahan tertinggi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan wawancara informal, kemudian dianalisis menggunakan metode analisis tematik untuk mengidentifikasi pola permasalahan yang muncul. Hasil kajian menunjukkan bahwa waste of knowledge dipicu oleh dua masalah utama, yaitu ketiadaan dokumentasi yang jelas terkait tata letak dan penyimpanan barang, serta tidak adanya mekanisme transfer knowledge yang sistematis antar staf. Kondisi tersebut menyebabkan berbagai inefisiensi operasional, seperti meningkatnya waktu tunggu akibat proses pencarian barang yang memerlukan waktu lebih lama, serta meningkatnya potensi kekeliruan dalam pengambilan barang karena adanya kemiripan penamaan pada beberapa barang. Temuan ini mengindikasikan perlunya pengembangan sistem dokumentasi dan prosedur pelatihan yang lebih terstruktur untuk meningkatkan efektivitas operasional gudang.
Copyrights © 2025