Penguasaan bahasa Inggris di lingkungan Sumur Jaya, Cilegon, sering terhambat oleh persepsi kesulitan dan kekhawatiran orang tua terhadap erosi nilai budaya lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk merevitalisasi minat belajar bahasa Inggris anak-anak melalui integrasi materi kontekstual berbasis nilai Islam. Menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), program ini melibatkan 24 anak usia 5-12 tahun di TBM Al-Barokah melalui empat sesi pendampingan yang meliputi pengenalan kosakata moral, penerjemahan ayat Al-Qur'an, dan role-play. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kompetensi kognitif yang signifikan, dengan rata-rata nilai tes meningkat dari 45,2 menjadi 78,6, serta kenaikan tertinggi pada kategori ekspresi adab. Secara afektif, 92% peserta merasa pembelajaran lebih menarik karena relevansinya dengan ibadah harian, yang berdampak pada penurunan kecemasan berbicara. Program ini membuktikan bahwa materi religius efektif sebagai strategi scaffolding dalam pembelajaran bahasa asing.
Copyrights © 2026