Masa remaja merupakan salah satu di antara dua masa rentangan kehidupan individu, di mana terjadi perubahan fisik yang sangat besar yaitu pematangan organ dan fungsi reproduksi. Berkenaan dengan perubahan tersebut remaja juga mulai merasakan adanya dorongan untuk berbuat sesuatu yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya serta menunjukkan perilaku terhadap yang berpengaruh pada kesehatan reproduksi mereka. Akibatnya remaja mulai coba-coba dalam hal yang belum mereka sebelumnya. Jenis penelitian adalah dengan pendekatan cross sectional dan dengan membagikan lembara kuesioner pada siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa anak MIPA di SMA Negeri 1 Sendana dengan jumlah total sampel yaitu 60 siswa. Instrumen dalam penelitian ini adalah kuesioner. Data primer di peroleh dengan menyebarkan kuesioner ke pada siswa. Analisis data di lakukan secara univariat dan analisis bivariat (menggunakan uji chi-square dengan (α=0,05). Kesimpulan dari penelitian ini ada hubungan antara pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dengan sikap yang hasilnya (p = 0,032) dan tidak ada hubungan antara sikap terhadap perilaku kesehatan reproduksi dengan hasil yaitu (p = 0,054). Berdasarkan hasil penelitian, saran yang di ajukan bagi sekolah membentuk sebuah wadah pelayanan bimbingan dan konsultasi tentang kesehatan reproduksi dan melakukan pembinaan terhadap siswa melalui penyuluhan dan seminar tentang kesehatan reproduksi. Bagi siswa di harapkan dapat menghindari perilaku yang berdampak negatif pada kesehatan reproduksi agar tidak terjadi hal yang mengecewakan baik bagi keluarga, sekolah maupun masyarakat.
Copyrights © 2025