Dalam era globalisasi, peramalan valuta asing (valas) menjadi instrumen krusial bagi pelaku bisnis internasional, investor, dan pemerintah untuk memitigasi risiko fluktuasi nilai tukar yang dipengaruhi oleh dinamika ekonomi, politik, dan sentimen pasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan untuk mengkaji berbagai teknik peramalan, mulai dari perilaku pasar, model fundamental, hingga analisis teknikal. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa meskipun tidak ada teknik yang sempurna, penggunaan metode campuran (mixed forecasting) dapat memberikan proyeksi yang lebih komprehensif untuk pengambilan keputusan strategis seperti hedging, pembiayaan, dan investasi jangka pendek maupun panjang. Selain itu, peramalan valas dalam perspektif syariah diperbolehkan selama ditujukan untuk pengelolaan risiko (hifz al-mal) dan perencanaan ekonomi nyata, serta terbebas dari unsur spekulasi (gharar dan maisir).
Copyrights © 2026