Radikalisme dan intoleransi merupakan ancaman serius terhadap persatuan dan kebhinekaan Indonesia, terutama di kalangan remaja dan pelajar yang rentan terhadap pengaruh media digital dan narasi ekstrem. Sosialisasi yang efektif di sekolah menengah kejuruan harus mampu menggabungkan internalisasi nilai-nilai Pancasila dan penguatan wawasan kebangsaan sebagai strategi preventif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan studi literatur dari dua jurnal ilmiah yang relevan untuk melihat bagaimana kedua pendekatan ini dapat memperkuat pemahaman dan sikap siswa terhadap bahaya radikalisme. Hasil kajian menunjukkan bahwa kombinasi kedua pendekatan tersebut mampu meningkatkan pemahaman, sikap toleran, dan kemampuan siswa dalam menolak ideologi radikal.
Copyrights © 2026