Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam kecemasan akademik pada seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) berinisial NH yang menunjukkan hambatan belajar signifikan serta kemungkinan gangguan belajar spesifik. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan metode asesmen psikologis komprehensif yang meliputi pengukuran kemampuan intelektual melalui Wechsler Intelligence Scale for Children (WISC), asesmen kepribadian menggunakan Edwards Personal Preference Schedule (EPPS), pengukuran dukungan sosial melalui CASSS, teknik proyektif House-Tree-Person (HTP), serta wawancara klinis dan observasi perilaku belajar di lingkungan sekolah. Hasil asesmen menunjukkan bahwa NH memiliki kemampuan intelektual umum pada kategori rendah (Full Scale IQ = 61), disertai kesulitan dalam fungsi kognitif dasar yang berkaitan dengan proses belajar akademik. Kondisi tersebut berkontribusi terhadap rendahnya kepercayaan diri, munculnya kecemasan akademik yang persisten, serta perilaku penghindaran terhadap tugas-tugas sekolah. Temuan ini menegaskan bahwa kecemasan akademik pada siswa dengan hambatan belajar tidak hanya bersumber dari tuntutan akademik, tetapi juga dari interaksi antara keterbatasan kognitif, pengalaman belajar negatif, dan respons lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi psikopedagogis yang terintegrasi, dukungan guru yang sensitif, serta penerapan strategi pembelajaran adaptif guna mendukung perkembangan akademik dan kesejahteraan emosional siswa.
Copyrights © 2026