Studi ini dirancang untuk mengkaji bagaimana kondisi keterasingan sosial memengaruhi kecenderungan perilaku pembelian impulsif, dengan ketidakpuasan relatif dan kebutuhan akan penerimaan sosial diposisikan sebagai mekanisme perantara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif yang disusun secara sistematis dan terstruktur, dengan melibatkan 200 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner daring berbasis survei dengan pengukuran skala ordinal, di mana setiap konstruk penelitian telah dioperasionalisasikan secara konseptual dan empiris, meliputi keterasingan sosial, ketidakpuasan relatif, kebutuhan untuk diterima, serta perilaku pembelian impulsif. Pengolahan dan analisis data dilakukan melalui pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis SmartPLS, yang mencakup evaluasi model pengukuran dan model struktural, termasuk pengujian validitas dan reliabilitas, pemeriksaan multikolinearitas, analisis koefisien determinasi, predictive relevance, serta pengujian pengaruh langsung dan tidak langsung. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pengalaman eksklusi sosial meningkatkan perasaan ketidakpuasan relatif dan memperkuat dorongan individu untuk memperoleh penerimaan sosial, yang selanjutnya berkontribusi terhadap meningkatnya kecenderungan pembelian impulsif, baik secara langsung maupun melalui peran variabel mediasi. Hasil ini mengindikasikan bahwa tekanan sosial dan kebutuhan psikologis akan afiliasi berperan signifikan dalam membentuk perilaku konsumsi yang bersifat spontan.
Copyrights © 2026