Jurnal Analis Kesehatan
Vol. 14 No. 2 (2025): JURNAL ANALIS KESEHATAN

Hubungan Tingkat Stres dengan Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Karyawan di Balai K3 Jakarta

Dimas Pramudya Ramadhani (Unknown)
Komalasari, Rita (Unknown)
Siti Maulidya Sari (Unknown)
Muhammad Arsyad (Unknown)



Article Info

Publish Date
18 Dec 2025

Abstract

Stres kerja merupakan faktor psikologis yang dapat memengaruhi regulasi metabolisme glukosa melalui aktivasi sistem saraf simpatis dan aksis Hipotalamus-Pituitari-Adrenal (HPA), yang berpotensi meningkatkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat stres yang diukur dengan Heart Rate Variability (HRV) dan kadar glukosa darah sewaktu pada karyawan Balai Besar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Balai K3) Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan 37 responden yang dipilih secara total sampling. Pengukuran stres dilakukan menggunakan HRV Analyzer SA-3000P yang menghasilkan tiga parameter, yaitu stress index, fatigue index, dan stress resistance, sedangkan kadar glukosa darah sewaktu diukur menggunakan glukometer. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk normalitas dan uji Kruskal-Wallis dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kadar glukosa darah 91-199 mg/dL (83,7%) dan berusia 20-39 tahun (51,4%). Terdapat hubungan yang signifikan antara fatigue index dan kadar glukosa darah sewaktu (H = 10,613; p = 0,031), sedangkan stress index dan stress resistance tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat kelelahan berdasarkan analisis HRV berhubungan dengan kadar glukosa darah sewaktu, sehingga pemantauan kelelahan kerja dapat berperan dalam deteksi dini risiko gangguan metabolik akibat stres kerja.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

JANALISKES

Publisher

Subject

Health Professions Immunology & microbiology

Description

Jurnal Analis Kesehatan particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of medical areas. It covers the parasitology, bacteriology, virology, haematology, clinical chemistry, toxicology, food and drink ...