Fenomena turnover sumber daya insani (SDI) pada lembaga filantropi Islam menjadi tantangan serius dalam menjaga keberlanjutan program, akuntabilitas publik, dan integritas kelembagaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mendorong terjadinya turnover SDI di Lembaga Amil Zakat Infaq Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PCNU Babat dalam perspektif ekonomi Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya angka turnover dipengaruhi oleh lemahnya kepemimpinan transformatif, ketimpangan sistem kompensasi, minimnya penghargaan spiritual, budaya organisasi yang tidak inklusif, serta absennya manajemen kinerja berbasis nilai. Dalam perspektif ekonomi Islam, realitas ini mencerminkan penyimpangan dari prinsip-prinsip maqāṣid al-sharī‘ah, terutama dalam aspek pemeliharaan jiwa (ḥifẓ al-nafs), harta (ḥifẓ al-māl), dan kehormatan SDI sebagai pelayan umat. Turnover yang tinggi juga berdampak pada turunnya efektivitas distribusi zakat, lemahnya partisipasi sosial, serta terganggunya regenerasi kelembagaan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya reformulasi kebijakan manajemen SDI berbasis syariah yang tidak hanya berorientasi pada efisiensi, tetapi juga keadilan, kebermaknaan kerja, dan spiritualitas. Dengan demikian, manajemen SDI yang berlandaskan nilai-nilai Islam substantif menjadi syarat mutlak bagi keberlanjutan lembaga zakat yang profesional, amanah, dan berkeadilan sosial.
Copyrights © 2025