Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran mesin Electronic Data Capture (EDC) pada Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Bandar Lampung. Latar belakang penelitian didasari oleh fakta bahwa jumlah mesin EDC di tingkat nasional terus mengalami peningkatan, sementara di Provinsi Lampung justru mengalami penurunan. Kondisi ini mengindikasikan adanya pergeseran preferensi pelaku usaha ke metode pembayaran digital lain, sehingga strategi pemasaran BSI perlu ditinjau kembali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang mengandalkan wawancara, observasi, serta dokumentasi, serta pendukung berupa studi kepustakaan. Penelitian ini menerapkan teknis analisis SWOT guna mengungkap aspek kekuatan, kelemahan, peluang, serta ancaman, lalu dikaitkan dengan kerangka Marketing Mix 7P. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BSI lebih menekankan strategi pemasaran berbasis bauran pemasaran 7P dibandingkan pendekatan segmentasi, targeting, dan positioning. Kekuatan utama BSI terletak pada citra halal, layanan cepat tanggap, dan sistem pemantauan transaksi yang stabil, sementara kelemahan utamanya adalah beban Merchant Discount Rate (MDR). Peluang dapat dimanfaatkan melalui promosi variatif dan pendekatan langsung ke merchant, sedangkan tantangan berasal dari perkembangan teknologi dan kebutuhan peremajaan sistem. Penelitian ini menyarankan BSI untuk melakukan penyesuaian MDR, memperkuat inovasi layanan digital, serta mengoptimalkan promosi dan loyalitas merchant guna meningkatkan efektivitas pemasaran EDC.
Copyrights © 2025