Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran perbandingan keunggulan dan keterbatasan penerapan berbagai aliran manajemen—yakni aliran klasik, hubungan manusia (human relations), sistem, dan kontingensi—dalam konteks manajemen pendidikan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka dan analisis tematik dari berbagai jurnal nasional dan internasional yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir (2020–2025). Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan kajian literatur yang melibatkan 25 sumber utama serta beberapa jurnal pendukung internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap aliran memiliki kontribusi signifikan terhadap efektivitas pengelolaan pendidikan, namun keberhasilannya sangat bergantung pada konteks sosial, budaya, dan struktural lembaga pendidikan. Aliran klasik unggul dalam efisiensi dan struktur organisasi, tetapi kurang memperhatikan aspek psikologis guru. Aliran hubungan manusia menonjol dalam membangun motivasi dan harmoni kerja, namun lemah dalam pengendalian produktivitas. Aliran sistem menekankan koordinasi dan keterpaduan, tetapi memerlukan kemampuan manajerial tinggi. Sementara itu, aliran kontingensi menawarkan fleksibilitas adaptif, namun berisiko inkonsistensi kebijakan jika tidak dikelola dengan baik. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan kombinasi multidimensi dari berbagai aliran akan lebih efektif dalam menciptakan tata kelola pendidikan yang efisien, humanis, dan kontekstual.
Copyrights © 2025