Penelitian ini menganalisis penanganan insiden kebocoran data Tokopedia tahun 2020 yang melibatkan 91 juta akun pengguna serta dampaknya terhadap kepercayaan publik. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini mengidentifikasi karakteristik insiden yang terjadi akibat eksploitasi celah keamanan pada endpoint API, mencakup data pribadi seperti email, nomor telepon, nama pengguna, dan hash password. Analisis berdasarkan standar ISO/IEC 27001 dan prinsip manajemen keamanan informasi menunjukkan bahwa respons Tokopedia memiliki kelemahan signifikan dalam aspek pencegahan, deteksi dini, transparansi komunikasi, dan kepatuhan terhadap kewajiban perlindungan data. Meskipun perusahaan melakukan pembaruan sistem keamanan pasca-insiden, pendekatan komunikasi krisis yang defensif dan kurang transparan justru memperburuk persepsi publik. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kepercayaan publik tidak hanya disebabkan oleh skala kebocoran yang besar, tetapi juga karena keterlambatan respons, kurangnya transparansi, dan penyebaran opini negatif melalui media sosial. Studi ini menemukan bahwa untuk mendapatkan kembali kepercayaan publik setelah insiden keamanan data, diperlukan perbaikan teknis yang terlihat, komunikasi yang konsisten dan transparan, kepatuhan terhadap peraturan perlindungan data, dan penerapan standar keamanan internasional yang lengkap dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025