Perkembangan teknologi komunikasi mendorong kebutuhan jaringan nirkabel yang luas, handal, dan efisien. Antena sebagai komponen utama komunikasi jarak jauh dituntut berkembang dalam bentuk dan fungsi. Teknologi beamforming kini banyak digunakan karena mampu mengarahkan sinyal secara spesifik untuk mengurangi gangguan, meningkatkan kualitas, dan efisiensi daya. Namun, antena konvensional masih memakai pola radiasi menyebar, menyebabkan pemborosan daya dan interferensi. Sementara itu, pengembangan antena kompleks sering terkendala biaya dan material. Penelitian ini merancang antena dengan arah pancaran sinyal yang dapat diatur tanpa mengubah bentuk atau posisi antena secara fisik, namun tetap ekonomis dan efisien. Solusi yang diusulkan adalah antena mikrostrip switchbeam frekuensi 5,8 GHz yang mengubah arah pancaran berdasarkan port input aktif. Antena menggunakan patch fraktal Koch Island berbahan tembaga dan substrat FR-4. Desain terdiri dari 4 port yang dikombinasikan melalui power combiner 4:1 dan dikendalikan RF switching. Pencatuan sinyal memadukan teknik feedline dan coaxial, dengan desain melalui CST Studio Suite 2019. Hasil pengujian menunjukkan return loss < -10 dB, VSWR 1,160–1,235, bandwidth 1,096–1,192 GHz, dan mutual coupling < -20 dB. Meskipun gain belum mencapai 6 dBi, antena tetap menunjukkan performa sesuai harapan. Kata kunci— antena, fraktal, mikrostrip, pola radiasi, switchbeam.
Copyrights © 2025