Budidaya puyuh di Indonesia memiliki potensiekonomi yang tinggi dalam penyediaan protein hewani. Namun,produktivitas peternakan puyuh kerap terhambat olehketerbatasan tenaga kerja dan sistem pemantauan lingkungankandang yang masih manual. Kondisi ini menyebabkan fluktuasisuhu, kualitas udara, dan kebersihan kandang tidak terjagasecara optimal, sehingga meningkatkan risiko stres dan penyakitpada puyuh, yang berujung pada penurunan produksi telur.Penerapan teknologi Internet of Things (IoT) menawarkan solusidengan menyediakan sistem pemantauan otomatis yang mampumemantau kondisi kandang secara real-time, lebih akurat, danefisien. Penelitian ini mengembangkan sistem monitoringberbasis IoT yang memanfaatkan sensor suhu, kelembapan,kualitas udara, dan pH air minum, terintegrasi denganmikrokontroler serta sistem notifikasi digital. Data dikirimkansecara otomatis ke website dan aplikasi Telegram untukmendukung pemantauan jarak jauh. Sistem diuji di peternakanpuyuh milik Bapak Wisnoe Soesanto Adji, yang berada padakecamatan purwojati, kabupaten banyumas. Hasil pengujianmenunjukkan stabilitas pH air rata-rata 7,1, suhu rata-rata 29,51°C, kelembapan rata-rata 76,07%, dan kualitas udara dengannilai rata-rata 239,21. Setelah penerapan sistem, produksi telurmeningkat dari 2.061 butir menjadi 2.102 butir per siklus.Implementasi sistem ini terbukti dapat meningkatkan efisiensi,akurasi pemantauan, dan produktivitas budidaya puyuh.Kata Kunci: Internet of Things(IoT), monitoring, peternakanpuyuh, efisiensi, produktivitas, otomatisasi
Copyrights © 2025