Produksi tempe tradisional di Indonesia menghadapi masalah ketidakstabilan suhu dan kelembaban selama proses fermentasi, yang dapat menurunkan kualitas dan konsistensi produk. Penelitian ini merancang sistem monitoring dan kontrol suhu-kelembaban berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan sensor DHT22 dan mikrokontroler ESP32 yang terhubung ke platform Blynk. Sistem mampu mengatur suhu 30-37°C dan kelembaban 60-70% secara otomatis dengan bantuan pemanas dan kipas. Pengujian menunjukkan fluktasi suhu berkurang hingga ±0,5°C dan kelembaban ±2%, serta waktu fermentasi dipangkas menjadi 24 jam. Sistem ini efektif meningkatkan efisiensi produksi, kualitas tempe, dan kemudahan operasional bagi produsen skala kecil. Kata kunci— ESP32, IoT, DHT22, fermentasi tempe, kontrol suhu, kelembaban, Blynk
Copyrights © 2025