Latar Belakang: Presbikusis didefinisikan sebagai gangguan pendengaran sensorineural progresif yang terkait dengan penuaan. Beberapa studi menunjukkan bahwa kerentanan genetik, stres oksidatif dan peradangan kronik dalam sel rambut dapat memicu respons inflamasi, yang menyebabkan kerusakan pada sel rambut seiring bertambahnya usia. Tujuan: untuk lebih memahami diagnosis dan tatalaksana terbaru presbikusis. Tinjauan Pustaka: Presbikusis ditandai dengan gangguan pendengaran sensorineural yang progresif, bilateral dan simetris, dengan sebagian besar pasien mulai mengalami kehilangan pendengaran pada frekuensi tinggi. Individu dengan presbikusis sering mengalami “cocktail party effect”, disertai gejala seperti tinnitus, vertigo, ketidak-seimbangan dan jatuh. Diagnosis presbikusis ditegakkan dengan pada penurunan pendengaran di atas frekuensi 2000 Hz pada audiometri nada murni dan didapatkan abnormalitas pada audiometri tutur dan speech-in-noise test. Tatalaksana presbikusis mencakup alat bantu dengar, implan koklea, medikamentosa, terapi stem cell dan terapi gen. Kesimpulan: Kerentanan genetik, stres oksidatif dan peradangan kronik terlibat dalam perkembangan presbikusis. Diagnosis presbikusis ditegakkan dengan audiometri nada murni, audiometri tutur dan speech-in-noise test. Tatalaksana presbikusis meliputi rehabilitasi pendengaran, medikamentosa dan terapi gen.
Copyrights © 2025