Latar Belakang: Pendahuluan: Hidrosefalus merupakan suatu keadaan yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan cairan serebrospinal pada ventrikel sehingga menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial (TIK). Gangguan pendengaran yang terjadi pada pasien hidrosefalus bersifat sensorineural. Tujuan: Mengetahui dan memahami hubungan gangguan pendengaran sensorineural pada pasien hidrosefalus tanpa pemasangan Ventriculoperitoneal Shunt (VP Shunt) dan pasien hidrosefalus dengan pemasangan VP Shunt, sehingga dapat menegakkan diagnosis secara dini dan tatalaksana yang tepat. Tinjauan Pustaka: Gangguan pendengaran dapat terjadi pra operatif dan pasca operatif VP Shunt, namun jarang dilaporkan sebagai gejala utama dari hidrosefalus, Pemeriksaan pendengaran yang dapat dilakukan pada pasien hidrosefalus seperti pemeriksaan penala, audiometri nada murni dan Brainstem auditory evoked potential (BAEP). Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan pada pemeriksaan pendengaran pra operatif dan post operatif VP Shunt pada pasien hidrosefalus. Pemeriksaan pendengaran pada pasien hidrosefalus dapat membantu untuk menentukan adanya gangguan pendengaran, sehingga dapat menentukan tatalaksana yang tepat.
Copyrights © 2025