Abstract A long-span bridge is a bridge with a very wide distance between pillars. This type of bridge is very much needed in Indonesia, because it plays a vital role in connecting the archipelago regions in Indonesia and speeding up land transportation, reducing logistics costs, supporting regional economic growth, and facilitating the distribution of goods and tourism connectivity. Many long-span bridges have been built in Indonesia, but the type of structure chosen needs to consider technical, non-technical, and cost aspects. In principle, there are three challenges in the construction of long-span bridges, namely: (1) technical and structural challenges, (2) challenges related to logistics and location, and (3) non-technical and social challenges. Based on observations made on the Balang Island Bridge Construction Project, this study shows that the main technical and structural challenges during the construction of the Balang Island Bridge are the condition of the waters in the Balikpapan Strait with strong currents and the need for large-diameter deep foundations to withstand extreme loads from waves, wind, and earthquakes. In addition, there are challenges related to the procurement of materials from outside Kalimantan Island and the need for multi-agency coordination to expedite the construction process. Meanwhile, non-technical and social challenges relate to land acquisition, local social and economic impacts, environmental issues, and bridge operations and governance. Keywords: bridge; long-span bridge; bridge construction; land acquisition Abstrak Jembatan bentang panjang merupakan suatu jembatan dengan jarak antarpilar yang sangat lebar, Jembatan seperti ini sangat dibutuhkan di Indonesia, karena berperan vital dalam menghubungkan wilayah kepulauan yang terdapat di Indonesia serta mempercepat transportasi darat, menekan biaya logistik, mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, dan mempermudah distribusi barang dan konektivitas pariwisata. Jembatan bentang panjang sudah banyak dibangun di Indonesia, namun tipe struktur yang dipilih perlu memperhatikan aspek-aspek teknis, nonteknis, dan biaya. Pada prinsipnya, terdapat 3 tantangan dalam pembangunan jembatan bentang panjang, yaitu: (1) tantangan yang bersifat teknis dan struktural, (2) tantangan yang terkait dengan logistik dan lokasi, dan (3) tantangan yang bersifat nonteknis dan sosial. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada Proyek Pembangunan Jembatan Pulau Balang, studi ini menunjukkan bahwa tantangan utama yang bersifat teknis dan struktural saat pelaksanaan konstruksi jembatan Pulau Balang adalah kondisi perairan di Selat Balikpapan yang berarus deras serta kebutuhan akan fondasi dalam berdiameter besar untuk menahan beban ekstrem gelombang, angin, dan gempa. Selain itu, terdapat tantangan yang terkait dengan pengadaan material dari luar Pulau Kalimantan dan perlunya koordinasi multilembaga untuk mempercepat proses konstruksi. Sedangkan tantangan yang bersifat nonteknis dan sosial terkait dengan pembebasan lahan, dampak sosial dan ekonomi lokal, masalah lingkungan, dan operasional dan tata kelola jembatan. Kata-kata kunci: jembatan; jembatan bentang panjang; konstruksi jembatan; pembebasan lahan
Copyrights © 2026