Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif berbagai pendekatan pendampingan yang diterapkan serta mengukur dampaknya terhadap resolusi krisis dan penguatan ketahanan keluarga. Krisis keluarga, yang dapat termanifestasi dalam bentuk kemiskinan, kekerasan domestik, perpecahan, atau masalah kesehatan mental, memerlukan intervensi yang tidak hanya reaktif tetapi juga holistik dan berkelanjutan. Strategi pendampingan yang diteliti mencakup pendekatan berbasis kekuatan (strength-based approach), pendampingan berbasis komunitas, serta model intervensi krisis yang terstruktur. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur sistematis dengan menganalisis berbagai jurnal akademis dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa efektivitas strategi pendampingan sangat bergantung pada beberapa faktor kunci, yaitu: kemampuan pekerja sosial dalam membangun hubungan saling percaya (rapport) dengan keluarga, pendekatan yang terpersonalisasi dan kontekstual, serta kolaborasi multidisiplin dengan pihak terkait seperti psikolog, tenaga kesehatan, dan aparat penegak hukum. Keberhasilan strategi ini bukan hanya diukur dari terentaskannya krisis jangka pendek, tetapi lebih pada terbinanya kapasitas keluarga untuk menghadapi tantangan di masa depan secara mandiri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendampingan pekerja sosial yang efektif bersifat transformatif, berorientasi pada pemberdayaan, dan mampu menciptakan sistem dukungan yang berkelanjutan bagi keluarga yang mengalami krisis.
Copyrights © 2025