Banjir bandang merupakan bencana alam yang tidak hanya berdampak pada kerusakan fisik lingkungan, tetapi juga menimbulkan permasalahan kesejahteraan sosial yang kompleks bagi masyarakat terdampak. Di Provinsi Aceh, banjir bandang menampilkan kerentanan sosial yang mencakup hilangnya mata pencaharian, terganggunya fungsi sosial keluarga, meningkatnya kelompok rentan, serta terbatasnya akses terhadap layanan dasar. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis banjir bandang sebagai masalah kesejahteraan sosial di Aceh melalui telaah Islam kontemporer dan pendekatan pekerjaan sosial. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif-analitis terhadap literatur akademik, dokumen kebijakan, serta sumber-sumber keislaman yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa perspektif Islam kontemporer memandang bencana sebagai ujian sosial yang menuntut tanggung jawab kolektif, keadilan sosial, dan penguatan solidaritas masyarakat (ukhuwwah dan ta'awun). Sementara itu, pendekatan pekerjaan sosial menekankan pentingnya intervensi berbasis komunitas, penguatan ketahanan sosial, serta pemberdayaan masyarakat pascabencana. Integrasi nilai-nilai Islam kontemporer dan praktik pekerjaan sosial berkontribusi dalam merancang strategi penanganan banjir bandang yang tidak hanya berfokus pada bantuan darurat, tetapi juga pada pemulihan kesejahteraan sosial yang berkelanjutan. Artikel ini diharapkan dapat menjadi referensi konsep bagi pengembangan kebijakan sosial dan praktik pekerjaan sosial dalam penanggulangan bencana di wilayah Aceh.
Copyrights © 2025