Tulisan ini merupakan hasil riset dan observasi yang bersinggungan langsung dengan aktivitas jalanan, yang dipandang memiliki arti penting dalam perspektif ekonomi politik.Pengambilan data dilakukan melalui hasil wawancara dan riset langung ke lapangan, selama kurun waktu 3 bulan.Dari hasil riset ini, penulis dapat berkesimpulan bahwa, pengklasifikasian kelas dalam masyarakat ditentukan oleh tingkat kesejahteraan ekonomi dan status sosial yang disandang oleh masyarakat, yang dapat berefek pada tindakan diskriminasi.Mereka diperlakukan secara tidak seragam.Ada yang sengaja di singkirkan, dan ada pula yang sengaja dipertahankan.Semuanya dilihat berdasarkan status dan kelas sosial.Salah satu contoh yang secara nyata dapat disaksikan adalah dinamika perebutan ruang atas jalan raya, dan perlakuan khusus terhadap kepentingan tertentu.Khusus untuk kaum anak jalanan, mereka terlibat dalam suatu proses panjang diskriminasi melalui “konstruksi marginalitas”. Proses yang mengkonstruksi pikiran masyarakat pada umumnya, yang memberi label negatif terhadap profesi kaum anak jalanan. Selain itu, adanya kepentingan segelintir orang yang diprioritaskan, sehingga berimbas pada penyempitan ruang gerak mereka (anak jalanan) bekerja, dalamrangka pemenuhan kebutuhan ekonomi.
Copyrights © 2015