Diabetes melitus adalah penyakit kronis dalam metabolisme yang terjadi karena adanya gangguan dalam produksi atau fungsi insulin, yang mengakibatkan peningkatan kadar gula darah. Di Indonesia, jumlah penderita diabetes terus meningkat, dan hal ini turut meningkatkan kasus ulkus diabetik, sebuah komplikasi serius yang dapat mengurangi kualitas hidup penderita diabetes. Ulkus diabetik disebabkan oleh kerusakan saraf dan pembuluh darah yang memburuk sampai bisa menimbulkan kerusakan pada tulang dan memerlukan amputasi. Studi ini mengkaji angka kejadian ulkus diabetik berdasarkan beberapa faktor seperti jenis kelamin, usia, lokasi luka, faktor risiko, dan pekerjaan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif analitik dengan pendekatan retrospektif dan menggunakan teknik total sampling pada 100 pasien yang dirawat inap di RSUD Meuraxa Banda Aceh. Data dianalisis menggunakan program SPSS secara univariat. Temuan menunjukkan kebanyakan pasien ulkus diabetik adalah wanita (83%), berusia antara 45-59 tahun (61%), dengan luka terbanyak pada kaki (78%), dan mayoritas bekerja sebagai IRT (Ibu Rumah Tangga) sebesar 46%.
Copyrights © 2025