Meskipun melati memiliki potensi yang besar dan nilai ekonomi yang tinggi, namun dapat dikatakan bahwa petani melati di Desa Daramista Kecamatan Lenteng kurang berhasil. Hal ini disebabkan sebagian petani masih menggunakan cara-cara tradisional. Pendapatan petani melati tidak bisa diprediksi karena permintaan bunga melati yang naik hanya pada bulan-bulan tertentu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kelayakan finansial budidaya melati serta analisis pendapatan melati. Lokasi tersebut dipilih secara purposive dengan pertimbangan bahwa desa penghasil melati terbesar di Kabupaten Sumenep adalah Desa Daramista. Rumus slovin digunakan untuk menentukan jumlah sampel, yaitu sebanyak 45 responden. Berdasarkan hasil penelitian, petani melati pendapatannya sebesar Rp 15.470.094 selama satu tahun dengan luas lahan 1 Ha. R/C ratio sebesar 1,29 menunjukkan bahwa melati layak dibudidayakan. Berdasarkan kondisi lapang, petani melati dapat dikatakan tidak sejahtera. Hal ini diakibatkan permintaan melati yang tidak menentu. Diharapkan petani mampu mengoptimalkan produksi yang dihasilkannya.
Copyrights © 2025