Tim peneliti di SD Negeri 77 Buton mendokumentasikan langkah-langkah yang mereka ambil untuk membantu siswa kelas lima mengembangkan kemampuan berpikir kritis mereka. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Sumber data utama dan sekunder digunakan untuk mengumpulkan data. Observasi, wawancara, dan laporan praktikum merupakan beberapa metode yang digunakan untuk mengumpulkan data. Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan merupakan metode yang digunakan dalam analisis data. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa dapat ditingkatkan melalui penggunaan kegiatan praktik. Oleh karena itu, jelas bahwa siswa dapat: 1) mengidentifikasi, 2) menganalisis, 3) mengelompokkan, 4) membandingkan, 5) memberikan argumen (penjelasan kritis), 6) menjawab pertanyaan, 7) membangun keterampilan dasar, 8) membuat ringkasan dengan logis, 9) presentasi dengan penuh tanggungjawab, 10) menyimpulkan hasil presentasi.The research team at SD Negeri 77 Buton set out to document the steps they took to help fifth graders develop their critical thinking abilities. This research makes use of a descriptive qualitative methodology. Both main and secondary sources are used to gather the data. Observation, interviews, and practical reports are some of the methods used to gather data. Reducing data, presenting data, and making conclusions are all methods used in data analysis. The study's findings suggest that students' critical thinking skills might be enhanced through the use of hands-on activities. Because of this, it is clear that pupils can: 1) identify, 2) analyze, 3) group, 4) compare, 5) provide arguments (critical explanations), 6) answer questions, 7) build basic skills, 8) create logical summaries, 9) present responsibly, and 10) conclude presentation results.
Copyrights © 2025