Penelitian ini menganalisis perlawanan perempuan Amungme terhadap kapitalisme ekstraktif di Papua melalui pendekatan Ekonomi Politik Internasional (EPI). Dengan metode kualitatif yang meliputi wawancara mendalam dan observasi partisipatif, studi ini mengkaji bagaimana industri ekstraktif global beririsan dengan dinamika gender lokal dan perlawanan masyarakat adat. Temuan penelitian mengungkap bahwa perlawanan perempuan Amungme terhadap operasi pertambangan tidak hanya merupakan strategi bertahan hidup secara ekonomi, tetapi juga tantangan politik terhadap modal transnasional. Resistensi mereka diwujudkan melalui inisiatif perlindungan tanah, pelestarian budaya, dan jejaring advokasi yang mengganggu struktur kekuatan EPI konvensional. Studi ini berkontribusi pada kajian kritis EPI dengan menempatkan agensi perempuan adat sebagai pusat dalam konflik sumber dayaKata kunci: Kapitalisme ekstraktif, perempuan Amungme, Ekonomi Politik Internasional (EPI), perlawanan masyarakat adat, konflik sumber daya.
Copyrights © 2025