Perkembangan teknologi digital, khususnya Artificial Intelligence (AI), memberikan peluang besar dalam peningkatan kualitas pendidikan. Guru di era Merdeka Belajar dituntut menghadirkan pembelajaran berdiferensiasi yang menyesuaikan kebutuhan, minat, bakat, serta gaya belajar peserta didik. Modul ajar berdiferensiasi menjadi perangkat penting dalam mendukung pembelajaran tersebut. Guru di SMA Advent Semarang mengalami kesulitan dalam menyusun modul ajar berdiferensiasi yang memanfaatkan AI. Salah satu AI yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran yaitu ChatGPT. Untuk itu dilakukan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan pelatihan tentang pemanfaatan AI dalam menyusun modul ajar berdiferensiasi. Tujuan pengabdian ini yaitu agar para guru memiliki kemampuan dan keterampilan dalam memanfaatkan AI untuk menyusun modul ajar berdiferensiasi. Sehingga modul ini dapat menyesuaikan kebutuhan, minat, bakat, serta gaya belajar peserta didik dalam pembelajaran. Evaluasi keberhasilan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan sebelum (pretest) dan setelah (posttest) kegiatan selesai dilaksanakan, yaitu berupa kuesioner tentang materi yang disampaikan oleh pemateri. Hasil kuesioner pretest diperoleh 58,5% sedangkan untuk posttestnya meningkat menjadi 79,75%. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa kegiatan PkM ini meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun modul ajar berdiferensiasi menggunakan AI.
Copyrights © 2026