Senyawa metilen biru banyak digunakan pada industri tekstil merupakan senyawa yang sulit terurai di dalam air. Salah satu metode yang dapat mengolah limbah ini adalah dengan proses adsorpsi. Cangkang kelapa sawit merupakan salah satu sumber biomassa yang memiliki potensi besar sebagai bahan baku untuk produksi karbon aktif. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis efektivitas karbon aktif berbasis cangkang kelapa sawit sebagai adsorben dalam menurunkan konsentrasi senyawa metilen biru, serta untuk mengidentifikasi model isoterm adsorpsi yang paling tepat. Karbon aktif yang digunakan diperoleh melalui tahap karbonisasi cangkang kelapa sawit pada suhu 500°C selama 3 jam. Arang hasil karbonisasi kemudian diaktivasi secara kimia menggunakan larutan H2SO4 10 N pada suhu 100°C selama 3 jam. Proses adsorpsi dilakukan pada suhu kamar selama 2 jam dengan pengambilan sampel pada menit ke-30, 60, 90 dan 120 menit. Proses adsorpsi senyawa metilen biru dilakukan dengan variasi konsentrasi adsorben karbon aktif sebesar 2.000, 4.000, 6.000, dan 8.000 mg/L. Berdasarkan hasil analisis proksimat, karbon aktif memiliki kadar air sebesar 4%, kadar abu sebesar 6,67%, serta kadar volatile matter sebesar 37,50%. Selain itu, kemampuan adsorpsi terhadap larutan Iodin tercatat sebesar 1.205,55 mg/g. Hasil percobaan menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi adsorben berbanding lurus dengan efisiensi degradasi senyawa metilen biru. Hasil terbaik pada penelitian ini dicapai pada konsentrasi adsorben 8.000 mg/L dengan persentase penurunan kadar senyawa metilen biru tertinggi sebesar 61,91%. Proses adsorpsi senyawa metilen biru pada penelitian ini mengikuti model Isoterm Freundlich dengan kapasitas penyerapan sebesar 1,9706 mg/g serta nilai konstanta empiris sebesar 1,8843 menunjukkan bahwa adsorben belum mencapai kondisi jenuh.
Copyrights © 2025