Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) merupakan indikator utama yang menggambarkan kinerja pasar modal syariah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh inflasi, nilai tukar, dan BI Rate terhadap ISSI selama periode 2019–2024 menggunakan data bulanan dari Bank Indonesia, Bursa Efek Indonesia, dan Badan Pusat Statistik. Dengan menggunakan metode Vector Error Correction Model (VECM) melalui program EViews 10, penelitian ini menganalisis hubungan jangka pendek dan jangka panjang antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, inflasi dan BI Rate tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap ISSI. Namun, berbeda dengan itu, nilai tukar tidak memengaruhi ISSI secara langsung dalam jangka pendek, tetapi memberikan dampak positif signifikan dalam jangka panjang dengan nilai koefisien sebesar 0,054 dan t-statistik 10,39. Temuan ini menegaskan bahwa stabilitas kurs merupakan faktor yang sangat penting bagi pertumbuhan pasar modal syariah di Indonesia.
Copyrights © 2026