Penelitian ini mengkaji hubungan kausalitas antara kompetensi, kepemimpinan, dan kinerja aparatur pemerintahan desa dengan motivasi sebagai variabel mediasi. Penelitian berfokus pada aparatur desa di Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan sampel 122 anggota aparatur dari 13 desa. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan software SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan kepemimpinan memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap kinerja aparatur, dengan motivasi memainkan peran mediasi penting yang memperkuat hubungan tersebut. Evaluasi model pengukuran (outer model) mengonfirmasi validitas dan reliabilitas semua konstruk pengukuran. Analisis model struktural (inner model) mengungkapkan bahwa motivasi memediasi sekitar 52% dari hubungan kompetensi-kinerja dan 48% dari hubungan kepemimpinan-kinerja. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pengambil kebijakan dan pemimpin pemerintahan desa untuk mengembangkan kompetensi, memperkuat efektivitas kepemimpinan, dan meningkatkan motivasi sebagai strategi terintegrasi dalam meningkatkan kinerja aparatur dan pada akhirnya kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Copyrights © 2025