Perkembangan teknologi digital telah mengubah perilaku konsumen dalam memilih dan menikmati layanan kuliner, termasuk usaha pecel lele di Kota Bengkulu. Konsumen kini menuntut pelayanan yang cepat, kemudahan transaksi non-tunai, serta pengalaman makan yang nyaman. Namun, sebagian besar UMKM pecel lele masih beroperasi secara konvensional tanpa pemanfaatan teknologi secara optimal, sehingga berpotensi menurunkan daya saing dan kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, penting untuk meneliti pengaruh inovasi, kualitas pelayanan, dan penggunaan teknologi finansial (fintech) terhadap kepuasan pelanggan pada UMKM pecel lele di Kota Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara parsial dan simultan pengaruh inovasi, kualitas pelayanan, dan penggunaan fintech terhadap kepuasan pelanggan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskriptif dan pengujian hipotesis melalui analisis regresi linier berganda, uji validitas, reliabilitas, serta uji t dan uji F. Sampel penelitian terdiri dari 106 responden yang merupakan pelanggan UMKM pecel lele di Kota Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial inovasi, kualitas pelayanan, dan penggunaan fintech berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Nilai t hitung inovasi sebesar 2,755, kualitas pelayanan 9,696, dan fintech 4,977 — semuanya lebih besar dari t tabel 1,659. Secara simultan, ketiga variabel tersebut juga berpengaruh signifikan dengan nilai F hitung 144,215 > F tabel 2,69. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,809 atau 80,9% menunjukkan bahwa variabel inovasi, kualitas pelayanan, dan fintech mampu menjelaskan 80,9% variasi kepuasan pelanggan, sedangkan sisanya 19,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model. Kualitas pelayanan menjadi faktor yang paling dominan dibandingkan dua variabel lainnya. Kata kunci: Inovasi, Kualitas Pelayanan, Fintech, Kepuasan Pelanggan, UMKM Pecel Lele, Kota Bengkulu.
Copyrights © 2025