Proses penyortiran tomat pada tahap pascapanen di Indonesia hingga saat ini sebagian besar masih dilakukan secara manual. Kondisi tersebut menyebabkan tingginya tingkat kesalahan, ketidakkonsistenan hasil, dan rendahnya efisiensi waktu kerja. Keterbatasan tenaga manusia, faktor kelelahan, serta penurunan konsentrasi menjadi penyebab utama ketidakakuratan dalam proses penyortiran. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem sortasi tomat otomatis berbasis mikrokontroler Arduino dengan mengintegrasikan sensor load cell HX711 untuk pengukuran berat pada tomat serta sensor gas MQ-135 dan MQ-3 untuk mendeteksi tingkat kesegaran tomat berdasarkan kandungan senyawa volatil. Metode penelitian meliputi perancangan mekanik dan elektrik, pemrograman, kalibrasi sensor, pengujian kinerja, serta analisis hasil. Sistem dirancang untuk mengklasifikasikan tomat ke dalam tiga kategori, yaitu medium (30–50 g), besar (51–70 g), dan tidak layak dikonsumsi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mengukur berat dengan akurasi dan mendeteksi tingkat kesegaran tomat dengan baik melalui variasi nilai sensor gas. Sistem ini terbukti dapat meningkatkan efisiensi waktu penyortiran dibandingkan metode manual serta menurunkan tingkat kesalahan pada klasifikasi tomat. Dengan demikian, sistem sortasi berbasis sensor ini dapat menjadi solusi inovatif, efisien, dan aplikatif untuk meningkatkan mutu serta produktivitas hasil pertanian tomat di Indonesia.
Copyrights © 2026