Occupational safety and health (OSH) is an important aspect of workshop activities, particularly in welding and laser cutting processes that pose high accident risks. Jati Knalpot Workshop, as a small-scale enterprise, still faces occupational accident risks due to heat exposure, metal sparks, and the suboptimal use of personal protective equipment (PPE). This study aims to identify potential hazards and occupational accident risks using the Job Safety Analysis (JSA) method and to design an innovative PPE in the form of temperature-sensor gloves. The research method used was descriptive qualitative through observation, interviews, and documentation. The JSA results indicate that the main hazards include heat exposure and metal sparks that may cause hand injuries, especially during the execution and finishing stages. Therefore, the use of heat-resistant gloves equipped with temperature sensors is recommended as a risk control measure to reduce occupational accidents. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek penting dalam aktivitas bengkel, khususnya pada proses pengelasan dan pemotongan laser yang memiliki risiko kecelakaan tinggi. Bengkel Jati Knalpot masih menghadapi risiko kecelakaan kerja akibat paparan panas, percikan logam, serta penggunaan alat pelindung diri (APD) yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi bahaya dan risiko kecelakaan kerja menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA) serta merancang inovasi APD berupa sarung tangan dengan sensor suhu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil JSA menunjukkan bahwa bahaya utama meliputi paparan panas dan percikan logam yang berisiko menyebabkan cedera pada tangan pekerja, terutama pada tahap pelaksanaan dan finishing. Oleh karena itu, direkomendasikan penggunaan sarung tangan tahan panas dengan sensor suhu sebagai upaya pengendalian risiko kecelakaan kerja.
Copyrights © 2026