Masa remaja adalah masa peralihan antara masa anak-anak dan masa dewasa, pada masa ini khususnya remaja putri lebih beresiko mengalami anemia dibandingkan remaja putra, karena setiap bulannya mengalami menstruasi. Anemia yang terjadi kepada remaja putri adalah salah satu dari permasalahan kesehatan yang menjadi fokus pemerintah. Sampai saat ini permasalahan anemia masih belum memperlihatkan titik terang di dalam keberhasilan penanggulangannya. Anemia pada remaja berdampak menurunkan konsentrasi belajar, penurunan kebugaran jasmani, menurunkan daya tahan tubuh serta dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, sehingga tinggi badan dan berat badan tidak mencapai normal (Juniarti, 2021). Hipotesis dalam penelitian ini adalah Ada Hubungan antara pengetahuan status gizi remaja dengan kejadian anemia pada remaja putri. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 35 responden, dengan jumlah sampel sebanyak 35 remaja dengan menggunakan tehnik sampling jenuh. Sedangkan desain penelitian adalah korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional dimana subjek diobservasi satu kali saja melalui pengukuran dan pengamatan secara bersamaan untuk mengetahui hubungan antara variable independen dan variable dependen. Tehnik analisa data uji statistik menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan status gizi remaja dengan kejadian anemia, dengan nilai p-value yang signifikan yaitu 0,000 < 0,005.
Copyrights © 2026