Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2) merupakan tantangan kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, di mana kontrol glikemik yang buruk merupakan masalah lazim yang berisiko menimbulkan komplikasi. Terapi konvensional sering kali menghadapi kendala kepatuhan, sehingga diperlukan strategi adjuvan yang efektif dan dapat diterima. Black garlic, hasil fermentasi Allium sativum L., kaya akan senyawa bioaktif seperti S-allyl cysteine (SAC) dan memiliki potensi farmakologis sebagai agen antidiabetes melalui mekanisme peningkatan sensitivitas insulin dan efek antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas konsumsi black garlic terhadap perubahan kadar gula darah sewaktu pada penderita DMT2. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest control group design. Sebanyak 64 responden penderita DMT2 di wilayah kerja Puskesmas Puri Kabupaten Mojokerto dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan kemudian dialokasikan secara acak ke dalam dua kelompok paralel: kelompok eksperimen (n=32) yang menerima suplementasi black garlic di samping tatalaksana konvensional, dan kelompok kontrol (n=32) yang hanya menerima tatalaksana konvensional. Variabel terikat adalah kadar gula darah sewaktu yang diukur menggunakan glukometer terkalibrasi pada awal (pretest) dan akhir (posttest) intervensi. Analisis data dilakukan dengan uji statistik Paired Sample t-Test dan Independent Sample t-Test menggunakan program SPSS versi 25.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi awal (pretest) kedua kelompok adalah homogen, dengan rerata kadar gula darah sewaktu masing-masing 252,3 ± 58,7 mg/dL (eksperimen) dan 256,6 ± 55,2 mg/dL (kontrol). Pada akhir penelitian, kelompok eksperimen mengalami penurunan rerata yang signifikan secara statistik sebesar 53,9 mg/dL menjadi 198,4 ± 42,1 mg/dL (p=0,035). Sebaliknya, penurunan pada kelompok kontrol sebesar 20,8 mg/dL menjadi 235,8 ± 48,6 mg/dL tidak signifikan secara statistik (p=0,053). Lebih lanjut, uji Independent Sample t-Test membuktikan bahwa rerata kadar gula darah akhir kelompok eksperimen secara signifikan lebih rendah daripada kelompok kontrol dengan selisih rerata 37,4 mg/dL (p=0,028). Temuan ini mengindikasikan bahwa suplementasi black garlic sebagai terapi adjuvan memberikan efek aditif yang signifikan dalam memperbaiki kontrol glikemik jangka pendek dibandingkan dengan tatalaksana konvensional saja pada penderita DMT2. Efektivitas ini diduga dimediasi oleh mekanisme multimodal senyawa bioaktif black garlic, seperti peningkatan sensitivitas insulin dan perlindungan sel beta pankreas
Copyrights © 2025