Keterbatasan material kayu konvensional sebagai bahan baku konstruksi perahu mendorong pengembangan material alternatif berbasis serat alami. Salah satu material alternatif yang bisa dijadikan material tersebut adalah material komposit. Material komposit adalah gabungan dari dua material yang terdiri dari perekat dan penguat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi jenis serat sabut kelapa, serat ijuk dan serat pohon pisang terhadap kekuatan lentur dan ketahanan impak komposit yang diperkuat dengan resin polyester. Tiga jenis serat yang digunakan diberi perlakuan dengan perendaman NaOH 5%. Pembuatan spesimen dilakukan metode hand lay-up dan pengujian mekanik mengacu pada standar ASTM D790-02 untuk bending dan ASTM E-23 untuk impak. Komposisi resin 70% dan serat 30%. Hasil pengujian bending tertinggi 69,63 Mpa pada komposit serat sabut kelapa dan nilai terendah 32,6 Mpa pada komposit serat ijuk. Pada pengujian impak nilai tertinggi 49,08 kj/m2 pada komposit serat kelapa dan nilai terendah sebesar 13,63 kj/m2 pada komposit serat ijuk. Hasilnya menunjukkan komposit serat sabut kelapa lebih baik dibandingkan serat batang pisang dan serat ijuk. Ini menunjukan bahwa kandungan hemiselulosa yang seimbang memberikan fleksibilitas tanpa mengurangi kekuatan. Berdasrkan BKI komposit serat sabut kelapa bisa dijadikan bahan untuk pembuatan lambung  perahu
Copyrights © 2025