Luka bakar merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti infeksi dan keterlambatan penyembuhan. Upaya pengembangan terapi berbasis bahan alam terus dilakukan untuk menemukan alternatif yang efektif dan aman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas ekstrak daun tammate (Lannea coromandelica) dan daun pelangi (Eucalyptus deglupta) dalam model hewan uji luka bakar, baik secara tunggal maupun kombinasi. Metode penelitian diawali dengan pembuatan luka bakar pada punggung mencit, kemudian dilakukan pengamatan diameter luka secara periodik selama 18 hari. Perlakuan dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol positif (Bioplacenton®), kontrol negatif (basis vaselin), ekstrak daun tammate (EDT), ekstrak daun pelangi (EDP), dan kombinasi EDT+EDP. Identifikasi metabolit sekunder dilakukan melalui skrining fitokimia, sedangkan efektivitas penyembuhan dinilai berdasarkan pengurangan diameter luka dan persentase kesembuhan. Hasil skrining menunjukkan kedua ekstrak positif mengandung alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Pengamatan penyembuhan luka menunjukkan bahwa kombinasi EDT+EDP mencapai tingkat kesembuhan 96,9% pada hari ke-18, hampir setara dengan Bioplacenton® (97,0%), sementara penggunaan tunggal masing-masing ekstrak memberikan hasil 86,9% (EDT) dan 94,6% (EDP), dengan kontrol negatif hanya mencapai 69,9%. Kesimpulan penelitian ini adalah kombinasi ekstrak daun tammate 5% dan daun pelangi 5% memberikan efek sinergis dalam mempercepat penyembuhan luka bakar, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai alternatif terapi berbasis bahan alam.
Copyrights © 2025