Perkembangan sistem pembayaran di Indonesia semakin pesat seiring dengan kemajuan teknologi digital, salah satunya melalui implementasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) bagi pelaku usaha. Tingkat adopsi QRIS di berbagai daerah terus meningkat, dengan Jawa Timur sebagai salah satu wilayah dengan partisipasi signifikan, mencapai 4.51 juta pelaku usaha. Namun demikian, penerapannya masih menghadapi sejumlah kendala yang teridentifikasi dari observasi dan ulasan negatif pengguna di playstore, seperti kesulitan login, hambatan dalam proses transaksi, serta tingginya frekuensi kegagalan transaksi. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut yang bertujuan untuk mengevaluasi faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan QRIS sebagai metode pembayaran oleh pelaku UMKM di Jawa Timur dengan menggunakan model UTAUT dengan penambahan variabel Trust. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan PLS-SEM melalui software SmartPLS dengan melibatkan 407 responden pelaku UMKM. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa faktor Performance Expectancy, Effort Expectancy, dan Social Influence berpengaruh positif dan signifikan terhadap Behavioral Intention. Faktor Trust dan Facilitating Conditions terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Use Behavior, begitu pula Behavioral Intention yang juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Use Behavior. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kualitas layanan, keandalan sistem, serta penguatan kepercayaan pengguna untuk mempertahankan sekaligus memperluas adopsi QRIS di kalangan UMKM Jawa Timur.
Copyrights © 2025