A standardized instrument with a good validity and reliability to measure sport anxiety is not yet available in Indonesia. The aim of this research is to develop such instrument which is suitable to local conditions. Subjects were (N=406) beginner soccer players from Banda Aceh Municipality. The development of this measurement tool was conducted through two activities, namely instrument adaptation, and collection of new items throught item pooling and screening of the item pool (Q-sort). Then the instrument was validated throught two phases, firstly on 406 beginner soccer players, and secondly on 1000 soccer playes from Nangroe Aceh Darussalam. Data were analysed through validity and reliability testing and factor analysis. Results show either the validity or the reliability level of anxiety scale was high enough, and that the sport anxiety scale comprising four factors and 35 items could be used to measure sport anxiety. Alat ukur baku dengan tingkat validitas dan reliabilitas yang baik untuk mengukur tingkat kecemasan olahraga tampaknya belum ada di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan alat ukur demikian yang memiliki tingkat validitas dan reliabilitas yang baik dan dapat diterapkan sesuai kondisi di Indonesia. Subjek penelitian (N=406) adalah seluruh atlet sepakbola pemula Kotamadya Banda Aceh. Metode pengembangan alat ukur ini dilakukan dengan dua kegiatan, yaitu adaptasi instrument, dan pengumpulan butir baru melalui item pool dan screening of item pool (Q-sort). Selanjutnya alat ukur ini diujicobakan melalui dua tahap, yakni uji coba tahap pertama dilakukan pada 406 atlet klub sepakbola pemula, dan uji coba tahap dilakukan pada 1000 atlet klub sepakbola Nangroe Aceh Darussalam. Data dianalisis melalui pengujian validitas, reliabilitas, dan analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan tingkat validitas maupun reliabilitas skala kecemasan tersebut yang cukup tinggi, dan skala kecemasan olahraga yang terdiri atas 4 faktor dan 35 butir pernyataan ini dapat dipakai untuk mengukur kecemasan olahraga.
Copyrights © 2004