Many of investment and financial management references develop concept and application of analysis under the assumption that business decisions are made in rational, and objective manner. In fact, investment and stock trading decision-making are influenced significantly bu subjectivity, emotion, panis, and overconfidence factors. This situation happens to most new investors. They argue that stock investment will give high profit in a short period of investment, making them over confidence in this business. These phenomena cause bigger greed stimulation, and many of them get significant losses because they have to face more experienced investor with more trading information. The other psychological aspect that can be investigated is panic selling in great disasters, for example The Tragedy of World Trade Center (WTC) and Bali Bomb, that affect irrational decision making of stock investors in Jakarta Stock Exchange (JSX). Hampir semua referensi manajemen keuangan dan investasi mengembangkan konsep dan aplikasi analisis di bursa saham dengan sumsi bahwa pengambilan keputusan bisnis dilakukan secara rasional, dan objektif. Kenyataannya pengambilan keputusan investasi dan perdagangan saham, banyak sekali dipengaruhi oleh faktor subjektivitas, emosi, kepanikan, dna arogansi dari pelakunya. Demikian pula yang terjadi pada mayoritas investor pemula, mereka memiliki pendapat bahwa investasi saham akan menghasilkan keuntungan dalam jumlah besar dan dalam waktu yang singkat, sheingga merek amemiliki ekspektasi yang besar dalam bisnis ini. Fenomena ini mengakibatkan rangsangan ketamakan dalam diri investor semakin besar, dan akibatnya banyak yang mengalami kerugian yang signifikan, karena mereka harus berhadapat dengan banyak orang yang berpengalaman dengan informasi yang lebih banyak. Aspek psikologis lain yang bisa diamati dalam pergerakan harga saham, adalah penjualan saham besar-besaran oleh investor secara panic pada saat terjadi bencana besar, seperti tragedy di World Trade Center dan Bom Bali, yang mempengaruhi pengambilan keputusan yang tidak rasional oleh investor saham di Bursa Efek Jakarta.
Copyrights © 2004