Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dukungan usaha sopi dan gula aren terhadap pendapatan keluarga dan mengukur kelayakannya melalui pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel terdiri dari sepuluh petani sopi dan gula aren yang dipilih secara total sampling, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi langsung. Analisis dilakukan dengan menggunakan metodeBenefit-Cost Ratio (B/C Ratio). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pendapatan mingguan petani mencapai Rp 2.400.000, namun seluruh responden memiliki nilai B/C < 1, yang mengindikasikan usaha belum layak secara ekonomi. Faktor utama penyebabnya adalah tingginya biaya bahan bakar, penggunaan alat manual, dan terbatasnya akses pasar atau kurangnya nilai jual. Usaha sopi dan gula aren memiliki potensi ekonomi dan budaya yang kuat, namun diperlukan strategi peningkatan melalui pelatihan, adopsi teknologi tepat guna oleh pemerintah daerah. Kata Kunci: Sopi dan Gula Aren, kelayakan usaha, pendapatan keluarga.
Copyrights © 2026