Runway Bandara Fatmawati Soekarno, Bengkulu, mengalami kerusakan signifikan sebelum pekerjaan overlay, menyebabkan biaya pemeliharaan tinggi. Penelitian ini bertujuan membandingkan biaya pemeliharaan runway sebelum dan sesudah overlay untuk mengevaluasi efisiensi biaya. Perhitungan Menggunakan metode kuantitatif deskriptif, data sekunder dari PT Angkasa Pura Indonesia dianalisis, mencakup laporan pemeliharaan tiga tahun sebelum overlay (2022–2024) dan empat bulan pasca-overlay (Oktober 2024–Februari 2025). Hasil menunjukkan biaya pemeliharaan sebelum overlay sebesar Rp1.657.000.000 per tahun, turun menjadi Rp387.000.000 per tahun (proyeksi dari Rp32.250.000 per bulan) pasca-overlay, dengan efisiensi 76,65%. Overlay jenis debt overlay (aspal HMA, tebal 5–7 cm) efektif mengurangi frekuensi kerusakan seperti alligator crack, longitudinal crack, dan raveling, mendukung strategi pemeliharaan berkelanjutan dan keselamatan penerbangan.
Copyrights © 2025