Masalah stunting dan gizi buruk pada balita masih menjadi tantangan di wilayah pesisir perkotaan, termasuk Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perubahan status gizi balita setelah pelaksanaan Program CSR Desa Bebas Stunting oleh PT Pelindo Multi Terminal berdasarkan indikator antropometri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif analitik dengan data sekunder hasil pengukuran antropometri selama enam bulan. Sampel terdiri dari 47 balita (31 stunting dan 16 gizi buruk) dari lima kelurahan. Intervensi meliputi pemberian makanan tambahan harian, edukasi pengasuhan, dan pemantauan pertumbuhan. Analisis dilakukan menggunakan uji paired t-test untuk indikator TB/U dan uji Wilcoxon Signed Ranks Test untuk indikator BB/TB. Hasil menunjukkan bahwa 71% balita stunting mencapai status gizi normal (p < 0,001), serta 93,75% balita gizi buruk mengalami perbaikan status gizi, dengan 69% mencapai kategori gizi baik (p = 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa program CSR berbasis komunitas berkaitan dengan perbaikan status gizi balita dan berpotensi menjadi rujukan praktik intervensi serupa melalui kolaborasi lintas sektor.
Copyrights © 2025